Kamis, 08 Mei 2014

Materi MySQL 3 Mei 2014 Fungsi String

9.2 Fungsi String
MySQL menyediakan sejumlah fungsi yang terkait dengan data bertipe string. Tabel 9.1 memberikan ringkasan funsi-fungsi yang tersedia.
Fungsi
Keterangan
ASC(str)
Menghasilkan nilai ASCII karakter terkiri pada string str.
Contoh :
ASC(‘ABCD’)         65
(65 yang merupakan nilai ASCII huruf A)
BIN(n)
Menghasilkan string yang menyatakan bentuk biner dari bilangan bulat n.
Contoh :
BIN(4)        ‘100’
BIN(28)         ‘10000000’
BIN(65532)        ‘1111111111111100’
BIT_LENGTH(str)
Menghasilkan jumlah bit dalam string str.
Contoh :
BIT_LENGTH(‘A’)        8
BIT_LENGTH9(‘abc’)        24
CHAR(n,…)
Menghasilkan steing yang karakter-karakternya secara individual bernilai n (nilai numeris).
Contoh :
CHAR (65)         ‘A’
CHAR (65,66,67,70)           ‘ABCF’
CHAR_LENGTH(str)
Menghasilkan jumlah karakter yang terdapat pada steing str.
Contoh :
CHAR_LENGTH(‘’)        0
CHAR_LENGTH(‘A’)         1
CHAR_LENGTH(‘ABCDE’)         5
CONCAT(str,…)
Menghasilkan string yang merupakan gabungan dari semua argumennya.
Contoh :
CONCAT(‘AB’,’7374’,’SA’)         ‘AB7374SA’
Bila ada argument bernilai NULL, hasilnya NULL.
CONCAT_WS(pemisah, str,…)
Menghasilkan string yang merupakan gabungan dari argument kedua dan seterusnya, dengan hasil antarargumen akan dipisahkan oleh pemisah.
Contoh :
CONCAT_WS(‘-‘,’Andi Akbar’,’Yudi’,’Dian Permana’)         Andi Akbar-Yudi-Dian Permana
CONV(n, basis_asal, basis_tujuan)
Menghasilkan sting yang merupakan representasi nilai numeric n  dalam basis_asal menjadi  basis_tujuan.
Contoh :
Untuk mengkonversi 12 bilangan decimal menjadi heksadesimal:
CONCAT(12, 10, 16)         ‘C’
Untuk mengkonversi 12 bilangan desimak menjadi oltal :
CONCAT (12,10,8)         ‘14’
ELT(n, str1, str2, sr3,…)
Menghasilkan :
-          String str1 jika n = 1
-          String str2 jika n = 2
-          String str3 jika n = 3
Jika nilai n  kurang dari 1 atau lebih besar dari jumlah argument sting, hasilnya berupa NULL.
Contoh :
ELT(1,’satu,’dua,’tiga’)          ‘satu’
ELT(2,’satu,’dua,’tiga’)          ‘dua’
ELT(3,’satu,’dua,’tiga’)          ‘tiga’
ELT(4,’satu,’dua,’tiga’)          NULL
FIELD(str, str1, str2, str3,…)
Menghasilkan indeks milik str terhadap str1, str2, dan seterunya.
Contoh :
FIELD(‘edi,’edi’,’ali’,’ega’)         1
FIELD(‘ega’,’edi’,’ali’,’ega’)          3
FIELD(‘edward’,’edi’,’ali’,’ega’)          0
Bila string srgumen pertama tidak terdapat pada string string argument berikutnya, hasil fungsi ini berupa nol.
FIND_IN_SET(str, daftar_str)
Menghasilkan posisi str di dalam string daftar_str.
Contoh :
FIND_IN_SET(‘ali’,’ali,edi,siti,fika’)         2
FIND_IN_SET(‘ari’,’ ali,edi,siti,fika’)         0
Pada contoh diatas, hasil nol menyatakan bahwa ‘ari’ tidak ditemukan dalam string ’ ali,edi,siti,fika’.
FORMAT(n, d)
Menghasilkan string yang merupakan hasil pemformatan bilangan n dengan bentuk semacam ###,###,###.##. Dalam hal inni, d menentukan jumlah digit pecahan.
Contoh :
FORMAT(12345678.9,4)         ‘123,456,78.9000’
FORMAT(12345678.9,3)         ‘123,456,78.900’
FORMAT(12345678.9,2)         ‘123,456,78.90’
FORMAT(12345678.9,1)         ‘123,456,78.9’
FORMAT(12345678.9,0)         ‘123,456,79’
HEX(n)
Menghasilkan string yang merupakan bentuk representasi bilangan heksadesimal dari bilangan n.
Contoh :
HEX(‘AB’)        ‘C’
HEX(1234)         ‘4D2’
Bila argument berupa string, setiap nilai ASCII dari karakter diubah menjadi bentuk heksadesimal.
Contoh :
HEX(‘AB’)         ‘4142’
41 adalah bentuk heksadesimal dari huruf A, dan 42 adalah bentuk heksadesimal dari huruf B.
INSERT(str, pos, n, pengganti)
Menghasilkan string yang berasal dari ste, dengan karakter mulai posisi pos dan sebnyak n  karakter diganti oleh pengganti.
Contoh :
INSERT(‘abcdefghij’,5,3,’STUW’)        ‘abcdSTUWhij’
Tiga karakter mulai posisi kelima (yaitu efg) diganti dengan STUW.
Bila ada argument bernilai NULL, hasil berupa NULL
INSTR(str, substr)
Menghasilkan posisi string substr yang ditemukan pertama kami pada string str. Hanya bersifat case sensitive kalau ada string biner.
Contoh :
INSTR(‘ABCDFG’)        2 (bc ditemukan pada posisi kedua pada string ABCDEFG. Huruf capital dan kecil dianggap sama.)
INSTR(‘ABCDEFG’,BINARY ‘bc’)        0
INSTR(‘ABCDEFG’,BINARY ‘BC’)        2
LCASE(str) atau LOWER(str)
Menhasilkan string dengan semua huruf akan menjadi huruf kecil.
Contoh :
LCASE(‘ABCDefGH’)       ‘abcdefgh’
LEFT(str, n)
Menghasilkan string yang berupa n karakter terkiri dari string str.
Contoh :
LEFT(‘ABCDE’,3)        ‘ABC’
LENGTH(str)
Menghasilkan jumlah karakter pada string str dengan ukuran byte. Karakter dengan bentuk 2 byte akan dihitung sebagai 2.
Contoh :
LENGTH(‘ABCDE’)        5
LOCATE(substr, str) atau POSITION(substr IN str)
Menghasilkan posisi string substr pada string str. Jika tidak ditemukan hasil berupa nol.
Contoh :
LOCATE(‘CD’,’ABCDE’)        3
LOCATE(‘FD’,’ABCDE’)        0
LOCATE(sunstr, str, pos)
Pada bentuk ini, pos digunakan sebagai posisi awal untuk pencarian.
Contoh :
LOCATE(‘AB’,’AB7374AB’,1)        1
(dicari mulai posisi pertama dan ditemukan pada posisi pertama)
LOCATE(‘AB’,’AB7374AB’,3)        7 (dicari mulai posisi ketiga dan ditemukan diposisi ketujuh)
LPAD(str, n, pengisi)
Menghasilkan string yng berupa str  yang diatur agar memiliki panjang n  karakter. Dalam hal ini, pengisi  digunakan sebagai penambah agar string hasil memiliki panjang n  karakter. Penambahan dilakukan di bagian kiri.
Bila n  lebih kecil dari panjang string str terjadi pemotongan.
Contoh :
LPAD(‘123’,’7,’*’)         ‘****123’
LPAD(‘123’,’6,’*’)         ‘***123’
LPAD(‘123’,’2,’*’)         ‘12’(terjadi pemotongan)
LTRIM(str)
Menghasilkan string dengan semua spasi di kiri pada string str dibuang.
Contoh :
LTRIM(‘   abc’)         ‘abc’(spasi di belakang tidak dibuang)
MID(str, pos, n) atau SUBSTRING(str, pos, n)
Menghasilkan string yang berupa n buah karakter pada string str dimulai dari posisi pos.
Contoh :
MID (ABCDEF’,3,2)       ‘CD’
OCT(n)
Menghasilkan string yang merupakan bentuk representasi bilangan octal (berbasis 8) dari bilangan n.
Contoh :
OCT(12)        ‘14’
OCT(‘1234’)         ‘2322’
QUOTE(str)
Menghasilkan string str yang diberi tanda petik tunggal, bila didalam streing terdapat tanda petik tunggal, backslash, karakter NULL, ataupun Ctrl-Z, maka akan diberi notasi backslash (\).
Contoh :
QUOTE(‘jum”at’)          ‘jum\at’
REPEAT(str, n)
Menghasilkan string berupa n buah str.
Contoh :
REPEAT(‘KA’,5)        ‘KAKAKAKAKA’
REPLACE(str, str_asal, str_pengganti)
Menghasilkan string dengan semua substring stgr_asal pada str diganti dengan str_pengganti.
Contoh :
REPLACE(‘Apa kabar?’,’a’,’z’)        ‘Apz kzbzr?’
REVERSE(str)
Menghasilkan string dengann susunan karakterdibalik.
Contoh :
REVERSE(‘ABCDE’)        ‘EDCBA’
RIGHT(str, n)
Menghasilkan n karakter terkanan pada string str.
Contoh :
RIGHT(‘ABCDE’,2)        ‘DE’
RPAD(str, n, pengisi)
Menghasilkan string yang berupa str yang diatur agar memiliki panjang n karakter. Dalam hal ini, pengisi digunakan sebagai penambah agar string hasil memiliki panjang n karakter. Penambahan dilakukan dibagian kanan.
Bila n  lebih kecil dari panjang string str terjadi pemotongan.
Contoh :
RPAD(‘123’,’7,’*’)         ‘****123’
RPAD(‘123’,’6,’*’)         ‘***123’
RPAD(‘123’,’2,’*’)         ‘12’(terjadi pemotongan)
RTRIM(str)
Menghasilkan string dengan semua spasi di kanan pada string str dibuang.
Contoh :
RTRIM(‘   abc’)         ‘   abc’(spasi di depan tidak dibuang)
SPACE(n)
Menghasilkan string berupa n buah spasi.
SUBSTRING_INDEX(str, pemisah, cacah)
Menghasilkan string dari string str tepat sebelum pemisah  yang ke-cacah ditemukan.
Contoh :
SUBSTRING_INDEX(‘AB.CD.EF.GH’,’.’,1)       ‘AB’
SUBSTRING_INDEX(‘AB.CD.EF.GH’,’.’,1)       ‘AB.CD.EF’
TRIM(str)
Menghasilkan string dari str dengan semua spasi di depan dan dibelakang dibuang.
Contoh :
TRIM (‘  abc  ‘)        ‘abc’
UCASE(str) atau UPPER(str)
Menghasilkan string dengan semua huruf akan menjaadi huruf capital.
Contoh :
UCASE(‘ABCDefGH’)        ‘ABCDEFGH’